friskainspiration

Just other sides of my life

Bukan Malin Kundang

Kemarin saya baru saja menghadiri Workshop Penulisan. Singkat kata saya mendapat sebuah tugas untuk memodifikasi cerita lagenda. Awalnya tetap sama namun diakhir cerita diubah menjadi seperti yang saya mau. Lalu inilah cerita yang saya buat..

Ombak laut telah menggoncangnya hingga mabuk. Antara sadar dan tidak Malin Kundang turun dari kapal dengan kondisi lapar. Dari kejauhan ia mendengar teriakan suara seorang ibu.

“Nak, ini aku ibumu”. Suara ibu parau menyapa. Pemuda itu diam, tak bergeming.

“Nak ini aku ibumu”, Ibu itu mengulang kalimatnya.

“Bukan, aku tidak punya ibu, siapa kamu!”  Kata lelaki itu. Si Ibu menangis sejadi-jadinya karena si anak tak mengingatnya.  Sebagai ibu ia merasa terhina, mengapa anaknya tak mau lagi mengenal ibunya. Si pemuda masih terdiam.
Ketika kejadian ini terasa klimaks, datanglah seorang pemuda lusuh menghampiri. Bajunya kumal, wajahnya terlihat merah tersiram sengatan matahari.

“Ibu, ada apa ini ribut-ribut?” Tanya pemuda lusuh itu.

“Lihatlah dia, anakku Malin Kundang tak mau mengakui ku sebagai ibunya”. Jawab si ibu dengan lantang.

Raut pemuda lusuh itu seketika berubah kaget.
“Bu, 15 tahun anakmu meantau, lupakah padaku? Aku ini Malin bu, aku anakmu!”, Pemuda lusuh itu berkata pada si ibu.

Ibu kaget bukan kepalang, “Loh, kenapa kamu lusuh? Bukankah seharusnya kamu sudah kaya dan jadi kapten kapal, Malin?”

“Tidak bu, aku cuma anak buah kapal. Yang ibu kira Malin itu adalah kapten kapalku. Kami hendak singgah di sini sebentar. Aku ini anakmu, Bu”.

Wajah si Ibu terlihat semakin geram. “Apa? Kau hanya menjadi anak buah kapal? Tinggi-tinggi aku menyekolahkanmu, kau cuma jadi anak buah kapal? Dasar pemalas, dari dulu kau tak pernah berubah, kerjamu pasti hanya tidur di kapal!”

“Tapi bu..”

“Ah, sudah jangan banyak bicara. Kukutuk kau jadi batu”. Seketika Malin langsung lari terbirit-birit.

“Ampuuun, buuuu…” Teriaknya sambil lari  tunggang langgang entah kemana.

 

Ya, tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormat saya pada cerita ini, ini cuma kisah fiksi modifikasi saja kok.

Tapi ada satu hal yang bisa saya tangkap di sini, kita bisa merubah apapun yang kita mau, karena hidup itu kan pilihan, bukan?

Lets enjoy, friends…

Advertisements

March 28, 2011 - Posted by | Fiksi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: