friskainspiration

Just other sides of my life

Virus Rumput Tetangga

 

Pada satu masa saya pernah merasa sangat iri pada orang lain yang jauh lebih beruntung dari saya. Tiba-tiba merasa tak punya kemampuan yang bisa diandalkan. Sebutlah teman saya yang lulus dari Fakultas Ekonomi, dia begitu mahir mengurus perpajakan, keuangan dan sejenisnya. Ilmunya dibutuhkan di berbagai perusahaan. Ada lagi teman saya yang dokter, kemampuannya tidak perlu dijelaskan. Teman saya dari jurusan ilmu sosial punya kemampuan sosial maping yang baik. Suatu perusahaan sangat besar yang saya kagumi membuka lowongan tapi untuk seluruh jurusan teknik. Ah, sakit sekali rasanya hati saya. Ya, saya tau saya tidak punya kemampuan perteknikan.

 

Lalu bagaimana dengan saya, apa ilmu yang saya punya?  Nyaris seluruh mata kuliah saya lupakan subtansinya. Hanya sebagian yang masih saya ingat, tentang fonem dalam Fonologi, pembentukan kata dalam Morfologi, pembentukan kalimat dalam Sintaksis dan tentang makna dalam Semantik. Itu pun hanya sedikit dan ilmunya tidak berlaku praktis. Apalagi mata kuliah sosiolingusitik yang paling saya sukai selama kuliah, namun saya belum menemukan kegunaannya. Adalagi kuliah sejarah, budaya bangsa Belanda yang hanya 10% saya ingat.

Ah, saya benar-benar merasa kuliah empat tahun tidak ada sisanya. Paling hanya kamus belanda warna oranye yang duduk manis di atas rak paling tinggi. Saya frustasi, merasa tidak ada manfaatnya sama sekali. Di saat orang lain bekerja sesua bidangnya, saya masih bingung bidang yang saya unggulkan apa. Di saat kefrustasian melanda saya, seorang teman dari jurusan kuliah yang berbeda dengan saya bilang seperti ini :

“Eh, gue udah baca blog lo, tuh.”

Saya menanggapi dengan heran, “Gimana lo tau link blog gue?”

“Kan ada di status YM lo. Lo anak sastra sih ya, jadi bisa nulis.”

Duaaaaar! Saya seperti disengat listrik 1000 voltase. Dia Cuma bilang satu kalimat tapi saya seperti ditampar bolak-balik dengan kalimat ‘lo anak sastra sih ya jadi bisa nulis’.

Kenapa saya TIDAK pernah sadar kalau anak sastra itu identik dengan menulis. Kenapa saya lupa kalau saya punya blog dan tullisan saya bisa jadi potensi. Kenapa saya cuma sibuk ngurusin kelebihan orang. Kenapa saya tak sadar saya pernah bikin dua buku kumpulan fiski dan non fiksi dan sekarang dua buku itu cuma terkubur di lemari buku.

Pertanyaan ‘Kenapa’ saya  belum terhenti sampai di situ. Suatu hari saya ikut sebuah workshop penulisan yang diadakan oleh Asma Nadia Publishing House. Peserta workshop sekitar 40 orang lebih. Kita saling berkenalan dan bertukar identitas diri. Setiap saya berkenalan mereka selalu bilang, “oh anak sastra, bisa nulis dong?”.  Mereka menggunakan kata “bisa” bukan “suka”.

Ketika acara berlangsung saya mendapatkan seminar yang menarik, semenarik yang pernah saya dapatkan di kuliah dulu. Atau dengan kata lain mengenai teori penulisan saya sudah khatam. Singkat kata, selama acara berlangsung orang di sebelah saya dan di belakang saya berkali-kali bilang “Oh gituuuu”. Sederhana, tapi itu menunjukan betapa mereka benar-benar merasa BARU tau tentang beberapa teori, sedangkan saya seperti digetok kepalanya pakai batu kali. Lagi-lagi saya tersadar, banyak orang di luar sana yang sama sekali tidak paham tentang teori penulisan tapi mereka punya kemauan buat menulis, sedangkan saya dengan segudang buku di rumah dan ilmu yang saya dapatkan masih merasa tidak punya kelebihan apapun. Poor me!

Saya jadi  malu sama diri sendiri, malu karena tidak pernah bisa membuka mata dan hati. Sekarang saya percaya bahwa virus ‘rumput tetangga selalu lebih hijau’ itu menyerang hebat dan merasuk ke dalam sel-sel darah. Saya pernah satu tahun stuck tidak menulis karena saya tidak pernah tau itu adalah modal yang saya miliki.

Sekarang saya tidak pernah merasa iri lagi, saya adalah saya yang sudah bersyukur dan menemukan sesuatu, sesuatu dalam diri saya yang tidak pernah saya lihat karena saya sibuk melihat buliran atom di sebrang lautan.

Thanks god i found it.

And how about you?

Advertisements

April 4, 2011 - Posted by | Non Fiksi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: