friskainspiration

Just other sides of my life

Masa SMA

Sering saya cerita tentang kampus saya, tapi rasanya kok saya tidak pernah cerita tentang masa sekolah saya ya? Baiklah, saya mau berbagi kisah sekolah dan dimulai dari SMA saya..

 

Setiap kali saya bertemu orang dan menanyakan SMA saya, ada tiga kesan berbeda yang mereka berikan. Tergantung siapa yang tanya, kalau yang tanya ibu-ibu atau bapak-bapak yang usianya sudah 40 tahun ke atas, maka mereka akan bilang, “Oh, hebat, SMA teladan ya!”. Tapi kalau yang tanya usia di bawah itu, sekitar 30-an maka reaksinya, “Wow, sekolahnya anak pejabat itu.” Nah, kalau yang tanya usia 30 tahun ke bawah, maka jawabannya adalah, “Widih, anak gaul nih.” Begitulah SMA saya, setiap dekade punya kesan tersendiri. Karena SMA saya sudah hampir 60 tahun berdiri, maka dia sudah melewati berbagai masa. Dari mulai dinobatkan sebagai sekolah unggulan se Indonesia sampai bermetamorfosis menjadi sekolahnya anak gaul Jakarta.

 

Lalu dimanakah SMA saya, yak namanya adalah SMA 3 Jakarta! Letaknya di jantung kota, antara Sudirman dan Rasuna Said. Luas sekali, lapangannya ada banyak, jadi kalau mencari orang di sekolah agak susah ketemunya.

Saya masuk karena tidak sengaja, tapi itulah takdir, tidak ada yang kebetulan.. Jaman saya sekolah dulu, memilih sekolah berdasarkan rayon, pilih dulu 3 sekolah setelah itu beberapa waktu kemudian akan keluar hasilnya apakah saya diterima atau tidak di sekolah tersebut. Pilihan saya saat itu SMA 70, SMA 6 dan SMA 46. Feeling saya sih dapat yang nomor 2, SMA 6, karena nem saya untuk 70 sepertinya kurang. Waktu itu kelas 3 SMP, setelah saya mengisi lembar pilihan, mengumpulkan lembar pilihan SMA ke wali kelas saya dan tiba-tiba di ruang guru saya ketemu guru BK saya, namanya Bu Eka, dia panggil saya dgn panggilan rumah saya, Adis.

“Eh, Dis, kamu pilih SMA mana, sini lihat!”

Lalu saya menghampiri dia dan memperlihatkan lembaran saya.

“Nih, bu, gimana ya enaknya pilihan saya, sebelum dikumpulin nih.”

“Rumah kamu dimana?”

“Di Mampang” “Piliih SMA 3 aja!”

Saya bengong. Hah, mana tuh SMA 3? Tapi entah apa yang menggerakan hingga saya mengganti pilihan saya menjadi SMA 3.

Hari pengumuman. Eng ing eng! Deg-degan, berharap dapat sekolah yang terbaik. Dan hasilnya saya dapat SMA 3 Jakarta. Bye-bye daerah Blok M. Padahal saya ingin sekolah daerah Blok M sih, karena teman-teman saya pasti banyak di sana. Tapi takdir berkata lain, mulailah saya bersekolah di SMA 3. Dan, mulai saat itu lebel Gaul mulai tertempel di diri saya! Heh..! Please deh, saya bener-bener bukan anak gaul. Gimana bisa nge-gaul kalau uang jajan saja super pas-pasan. Kadang suka ngutang di kantin nanti dibayar kapan-kapan. Serius, saya ini suka ngutang, dampak dari pulang telat, karena kantin saya nyaman, menghadap ke lapangan basket, jadi sering saya nyangkut di kantin saat pulang sekolah buat nonton laki-laki kece main basket, jadi jajan saya suka over budget, akhirnya hutang sama Bu Mie Yamin. Terus, dengan keminiman uang jajan saya, saya suka juga numpang mobil temen yang mau tidak mau ikut saja kemana mobil membawa saya pergi. Suka juga saya dibawa melipir ke lapangan soft ball senayan untuk lihat ekskul soft ball lagi latihan. Ya, SMA saya memang gila di ekskul, mau ekskul apa saja ada dan rata-rata memang aktif. Semua terfasilitasi. Lalu saya ikut ekskul apa?

 

Ekskulpun tiba.. Saya punya partner in crime waktu SMA, namanya Nuril dan Icha. Kita banci banget ngejar kakak kelas ganteng. Jadi kita ikut OSIS karena ketua OSIS nya yang ciamik sekali. Duh, masa SMA memang lucu ya. Kita bertiga benar-benar bertahan di OSIS hingga kelas 3 SMA. Padahal tes masuk OSIS super nyebelin, suruh muterin sekolah, lari keliling hotel four season sampai pegel, nginep di sekolah cuma buat diomel-omelin. Hah, gila deh, tapi kita bisa loh bertahan sampai selesai dan berakhir happy. Yes, kita sukses dapat Jacket Osis kebanggaan! Kebanggan siapa? Kebanggan anak OSIS lah, orang lain yang lihat juga biasa saja mungkin, malah aneh, “bela-belain amat sih dapet jacket osis, kaya penting aja.” Tapi itu lah gelora menggebu si darah muda, senang saja menjalankannya.

 

 

Yang Muda Yang Bercinta. Duh, bicarin cinta tak akan ada habisnya. Kisah kasih di sekolah memang paling seru, eits, saya ini punya sejuta gebetan. Ganteng dikit saya taksir. Tapi yang bener-bener digebet hanya beberapa saja. Tempat sampah saya waktu SMA namanya Pute. Pute ini selalu denger kisah saya sampai nangis-nangis darah gara-gara sang gebetan yang ngegemesin itu. Suka sama kakak kelas dari dia masih senior sampai dia sudah kuliah. Selalu deg-deg ser tiap Jumat, kira-kira dia datang gak ya bersama alumni lain. Kalau dia tidak datang, saya akan nangis bombay depan si Pute. Haha, Pute, makasih ya sudah jadi pelampiasanku. Ada juga naksir temen seangkatan, tapi salah naksir karena orangnya kelewat banci. Pendiem dan pemalu, saya jadi bosen sendiri suka sama orang yang tidak pernah sadar kalau ditaksir. Dasar ya anak SMA, gitu saja menyerah ya, sepele banget ya alasannya. Nah untuk curhatan yang ini saya tumpahin sama si Nita, teman sebangku saya waktu kelas 1. Jadi cuma ada dua yang ditaksir dengan niat yang penuh, tapi keduanya hanya sebatas gebetan saja. Dan kini keduanya sudah menikah. Ah, lucu ya. Waktu cepat sekali bergulir.

 

Kelulusan.

Masa itu datang, saya belajar hingga gila-gilaan hanya untuk mengejar UI. Cuma UI, saya tidak mau yang lain. Kalau saya tidak keterima di UI maka saya akan coba lagi tahun depan. Titik. Saya tak ikut Prom Night di Crown Plaza Hotel, memang hanya dikit sekali yang ikut. Jadi saya pun malas. See! Dimana letak gaulnya sekolah saya ya, Prom Night saja pada males-malesan, mereka lebih memilih tidur-tiduran sepertinya, ya. Hehe. Saya sendiri memilih untuk ke Dufan bersama teman-teman ‘se-permainan’ saya di kelas IPS 7 : Anggi, Meina, Ita, Rani, Andra, Novi, Fine, dan Joli. Hey guys, how are you? Waktu itu saya hanya ingin segera lulus, segera kuliah. Melupakan si putih abu-abu. Dan! Jreng-jreng, saya keterima di UI bersama partner saya yang juga punya ambisi UI, Meina. Dulu kalau sudah cerita UI sama Meina tak akan ada ujungnya. Pokoknya, hidup mati UI deh. Hehe, lebay ya, Mei. Bodo ya, tapi kan ucapan jadi doa, kita sama-sama masuk UI. Seragam sekolah saya bungkus rapih dan entah kemana ibu saya membuangnya. Kini, saya merindukan lagi masa-masa itu. Masa dimana kami hanya tertawa, suka, cita, pria, hehe. Waktu lekas sekali bergulir, masa-masa itu tinggal kenangan yang tak akan pernah saya lupakan. Akan selalu saya ingat hingga kapanpun. Kenangan akan datang silih berganti, memori semakin sesak untuk masuk seluruhnya ke dalam otak, ada yang terlupa dan ada yang hilang dari ingatan. Beruntunglah saya punya buku tahunan angkatan saya yang tak selalu mengingatkan saya pada masa SMA saya. Citra Teladan. Dari sejak jaman dulu kala Buku Tahunan SMA 3 selalu dinamakan Citra Teladan.

 

 

 

Satu lagu yang selalu mengingatkan saya dengan teman-teman SMA saya :

So you sailed away Into a grey sky morning

Now I’m here to stay Love can be so boring

Nothing’s quite the same now I just say your name now

Chorus :

But it’s not so bad You’re only the best I ever had

You don’t want me back

You’re just the best I ever had

 

So you stole my world Now I’m just a phony

Remembering the girl Leaves me down and lonely

Send it in a letter Make yourself feel better

And it may take some time to Patch me up inside

But I can’t take it so I Run away and hide

And I may find in time that

You were always right You’re always right

Advertisements

July 23, 2011 - Posted by | Fiksi

2 Comments »

  1. kecewa,,dimasa sma nya ga ada cerita tentang gw nya..;p

    Comment by raniade | August 2, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: