friskainspiration

Just other sides of my life

My New Office

 

My Klinik Hati

Long time no see ya!

Saya lagi menyibukan diri dengan pekerjaan baru yang memang harus disibukan. Namanya juga bisnis sendiri, kantor sendiri..

Ok, buat yang belum tahu saya mau cerita tentang kantor baru saya. Sekarang saya dan suami buka usaha baru, kantor baru. Namanya Klinik Hati. Apa sih itu , itu adalah lembaga konsultasi psikoterapis dan psikoanalis. Basic kita keduanya bukan dari psikologi, namun suami saya sekolah lagi diploma hypnoterapi dan saya juga punya pengalaman ngajar anak-anak di sekolah. Kita berdua punya minat yang sama dalam perkembangan manusia, psikoterapi dan parenting. Sehari-harinya kegiatan kami adalah melahap buku psikologi dan perkembangannya.

Awalnya maju mundur untuk bikin usaha sendiri, ditimbang berkali-kali. Modal bikin kantor juga tak sedikit loh. Apalagi status saya saat itu masih sebagai karyawan di sebuah NGO lokal.  Lalu kita bingung, kalau kita buka kantor siapa yang akan jaga kalau saya kerja? Suami juga masih kerja di lembaga pendidikannya. Merekrut pegawai? Duh, nanti dulu deh. Bisnis juga masih baru, gaji karyawan dari mana? Dilema.

Kita berdua punya semangat untuk buka usaha sendiri karena merasa sayang dengan ilmu yang kita punya jika menguap begitu saja. Suami saya ambil sekolah diploma lagi juga sudah lumayan mengelurakan banyak modal. Kita berdua juga bosan jadi pegawai yang harus menerjang kemacetan setiap hari, cape dan stress di jalan. Setelah kami pikirkan, rasanya harus berani memulai, apalagi kami masih muda, anak masih kecil dan kebutuhan tak terlalu banyak.  Namanya juga hidup harus berani ambil resiko!

Akhirnya dengan keputusan yang kontroversial dan terbilang berani saya memutuskan untuk resign dan mulai buka usaha baru. Ada orang – orang yang heran dengan keputusan saya, wajarlah, gaji saya di NGO lumayan, belum ditambah project-project ke luar kota.  Entahlah, saya ini bukan orang yang takut resign, saya yakin yang namanya rejeki pasti ada saja kalau kita usaha. Setiap kali saya resign, paling berjarak sebulan dua bulan saya akan dapat kerjaan lagi, alhamdulillah. Saya yakin kemudahan itu ada karena saya percaya dan saya yakin pasti akan ada lagi rejeki lain untuk saya.

Bisnis kita mulai, tabungan saya dan suami yang seharusnya bisa buat jalan-jalan ke Eropa kita pakai buat sewa kantor, beli barang-barang, bangun partisi kantor, buat perizinan, promosi dan sebagainya. Jujur modalnya lumayan banget, seperti yang saya bilang tadi. Kalau itu uang saya pakai umroh juga bisa. Dengan semangat dan berbagai pertimbangan kita mulai bisnis ini.  Bisnis saya ini bergerak di bidang terapi perasaan, terapi hati untuk orang-orang yang punya masalah dengan psikis. Selain itu kita bekerjasama juga dengan sekolah-sekolah sebagai konsultan psikologi dan psikoterapis. Nah itulah bagian saya untuk bikin proposal dan negosiasi dengan pihak sekolah.

Dari awal kita yakin, bisnis ini tidak akan balik modal dalam sebulan dua bulan, namanya juga bisnis. Setiap bulan juga penghasilannya tak tetap, namanya juga bisnis. Di saat teman-teman kami masih anteng dengan status kepegawaiannya, dengan penghasilan tetap setiap bulan dan tak perlu mikir pendapatan setiap bulan kita justru sebaliknya, harus memikirkan semuanya sendiri.  Stress, pusing, mikirin ini itu wajar saja, namanya juga usaha ya.

 

Ada hal yang menarik,  ternyata banyak orang-orang yang tidak mampu juga memiliki masalah psikis, namun dengan biaya psikiater yang cukup mahal mereka tak mampu menjangkaunya. Kantor saya adanya  di pinggiran kota Jakarta, jauh dari hiruk pikuk kebisingan kendaraan dan  dikelilingi oleh masyarakat dengan heterogenitas finansial. Akhirnya bisnis kita jadi banyakan sosialnya, membebaskan biaya untuk mereka yang tidak mampu. Bukankah itu tabungan akherat kelak? Dari awal visi kita adalah membantu sesama, berbuat sosial lebih banyak. Menebarkan ilmu yang kita miliki dengan harapan ilmu itu akan selalu diingat dan dipraktekan sehingga kita kena imbas pahalanya. Rejeki tak akan ketukar, kalau kita banyak berbagi maka Allah juga akan banyak memberi.

 

Sejauh ini kami bahagia dengan usaha ini, bersyukur di usia yang masih muda diberikan pencerahan dan keberanian untuk membuat usaha sendiri, usia 20-an itu usia perjuangan, usia merintis, usia lelah. Nanti di usia 30 tahunan orang hanya akan bertanya, “Sudah buat apa?” Tak harus jadi wirausaha, jadi pegawai pun jadilah pegawai yang maksimal, berkarya sebaik mungkin sehingga di usia 30 tahun kita berada di masa jaya, menikmati hasil perjuangan di usia 20 tahunan. Usia 20-an, usia yang jika dilihat secara fisik kita masih sangat kuat loh  untuk melakukan banyak hal. Berlelah lelahlah, berusaha lah, kurangin waktu tidur dan perbanyak berusaha. Akan ada masanya nanti kita hanya tertidur panjang dan tak akan terbangun lagi hingga sangkakala dihembuskan.

 

Lalu apalagi yang lebih menguntungkan dibanding jarak kantor yang hanya 5 menit dari rumah? Pagi-pagi kami bisa sarapan dengan tenang, antar Ayesha ke sekolah, pulang bisa lebih cepat, kalau Ayesha ada pertunjukan di sekolah kami bisa menonton dia karena jadwal kantor kan bisa diatur sendiri. Waktu jalan-jalan berdua sama suami sangat banyak, kalau kami habis presentasi di sebuah sekolah kadang pulangnya kami mampir di mall. What a life! Tak kepikiran harus balik ke kantor lagi untuk laporan dengan bos. Lah, bosnya kan kami berdua. Bisnis jalan, keluarga juga tetap mendapat porsi perhatian maksimal.  And, no more air polution! Bye bye.. PB02 alias timbal peroksida yang berlimpah ruah di jalan ibu kota..

 

Diremehkan karena masih muda? Biasa, semua akan ada masanya, itulah seni merintis karir. Di perusahaan pun yang muda belum dapat tempat di hati atasan, dianggap belum matang. Kami sedang merangkak, ada juga  teman yang tak mendukung, meremehkan, menganggap kami belum mampu. Tak apalah, itu kan krikil, kalau masih merintis memang kadang suka diremehkan, kalau sudah sukses baru dicari-cari, hehe. Ammin.  Doakan saja semoga bisnis kami bisa maju dan kami bisa memberikan banyak kebaikan dan manfaat untuk sesama…

 

Jakarta, 3 Oktober 2011

 

Advertisements

October 19, 2011 - Posted by | Non Fiksi

2 Comments »

  1. hadeehh.. kaya gema banget deh ini…
    punya usaha sendri, waktu buat keluarga nantinya lebih banyak, ga bermacet2 ria dan kepenjara sama jam kantoran…

    aku juga pengen tapi takut mulainya, bingung, ngeri. *halah*
    😛

    Comment by meida | October 19, 2011 | Reply

    • Cepet yah commentnya, baru juga di publish 🙂
      Ayolah mulai, jangan khawatir sama rejeki, ada yang ngatur kok ya ya ya…

      Comment by friskainspiration | October 19, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: