friskainspiration

Just other sides of my life

Siapa sih kamu?

 

 

Beberapa tahun lalu saya dengan teman-teman pengajian pernah membuat sebuah permainan. Permainan mengenal diri sendiri namanya. Guru saya membagikan selembar kertas dan alat tulis, lalu ia memerintahkan kepada semua yang hadir untuk menulis kekurangan. Waktunya 5 menit.

Biasalah awalnya kita saling lirak lirik, tapi beberapa detik kemudian kita mulai menulis. Saya mudah sekali menuliskan kekurangan-kekurangan saya.

  1. Moody
  2. Jutek
  3. Gak sabaran
  4. Sensitif
  5. Reaksioner

 

Selasai, tak sampai 5 menit saya mampu menyelesaikannya. Saya lihat teman-teman saya yang lain juga sama, mudah menyelesaikan soal ini. Belum sampai 5 menit mereka sudah melipat kertasnya kembali. Setelah guru saya melihat sepertinya kami sudah selesai ia memberi perintah berikutnya.

“Sekarang tuliskan kelebihan kalian!”

Saya segera membuka kertas dan… Dheg! Saya kok bingung ya mau nulis apa. Saya hanya diam memandangi kertas, saya lihat teman saya juga masih diam semua belum ada yang mulai menulis. Guru ngaji saya pun bertanya.

“Kenapa, susah ya menulis kekurangan sendiri?”

Kita semua menjawab dengan senyum. Lalu beliau melipat kertasnya, beliau ingin menunjukan kepada kami kalau beliau sudah selesai menuliskan kelebihannya.

“Takut dikira narsis deh kalau nulis kelebihan gini, Mba.” Kata salah seorang teman saya.

Lalu dia bilang, “Kenapa orang Indonesia susah sekali melihat kelebihan dirinya. Bukankah kita semua juga harus tau apa kelebihan kita?”

Well, betul! Kenapa kita susah sekali melihat kelebihan kita? Kalau bilang kelebihan diri sendiri dibilang narsis, padahal sukses adalah ketika kita dapat memaksimalkan kelebihan diri sendiri dengan baik, kan? Budaya kita yang selalu mengajak rendah diri membuat kita terlihat bersahaja, tak menonjolkan kelebihan. Hei, tidak menonjolkan bukan berarti tidak tahu kelebihan sama sekali. Namun karena budaya rendah diri yang sudah sangat mengakar inilah yang membuat jadi salah arah. Tak tahu kelebihan apakah berarti benar-benar tidak tahu dan tak mampu menggambarkan, sampai-sampai menuliskannya saja susah?

Siapapun yang baca blog saya, coba deh setelah ini tulis -minimal dipikiran sendiri- apa sih kelebihan lo? Buatlah semudah lo menulis kekurangan lo.

Pasti ada pertentangan-pertentangan di pikiran yang datang, misal ketika bilang : saya ini anaknya rapih, muncul bisikan lain, eh tapi serapih apa ya? Ah kayanya gak rapih-rapih amat deh. Jatohnya, gak pede lagi buat nulis kelebihan sendiri. Sebetulnya apa bedanya ketika kita bilang, saya ini galak loh, apa terbersit di pikiran kalimat : eh tapi masih galakan orang itu sih, engga deh gw ga galak kok.

Ya, kita memang suka tidak percaya diri.  Coba deh, setelah menulis kelebihan diri sendiri,rasakan ada kepercayaan diri yang tiba-tiba muncul.  Ada semangat baru, ada kebahagiaan sendiri bahwa kita membawa energy positif loh, gak negative terus. Sifat-sifat baik kita itu bisa loh jadi kelebihan yang membuat kita disukai banyak orang, disukai lingkungan, bermanfaat buat sesama, sukses dalam karir, sukses dalam kisah cinta.

Gak percaya? Coba deh! Ambil kertas, tulis kelebihan lo. Gak usah mikir apa kata orang, ga usah juga nunggu dikomentarin orang, puluhan tahun hidup masa sih ga tau kelebihannya. Mengetahui kelebihan berarti tahu keunggulan diri, mengetahui celah bangkit saat terpuruk.

 

Saya mulai dari saya yah.

  1. Saya orangnya sosial. Gak tegaan sama orang, ada temen minta tolong pasti gw tolongin semaksimal mungkin, jadi pada suka ngira gw seksi repot. Ada orang tua, atau anak muda yang jualan dengan usaha maksimal pengennya dibeli, padahal belum tau mau buat apa. Tapi rasanya bahagia kalau bisa bantu orang dan memberikan apa yang saya punya.
  2. Saya ini sensitif, saking sensitifnya orang itu gak perlu cerita saya bisa nebak dia sedang ada masalah apa. Saya bisa tau orang itu moodnya gimana, jadi gak ada istilah kena damprat orang deh. Karena sensitive saya jadi mudah masuk ke dalam ‘perasaan’ seseorang kali ya. Mudah memamahami masalah orang dan mudah ikut serta merasakan.
  3. Saya ini pendengar yang baik, mau cerita apa saja saya pasti dengar dan pasti saya ingat. Bahkan orangnya sendiri lupa udah pernah cerita sama gue. Hehehe.
  4. Konseptor, suka punya ide-ide. Kalau ini mungkin karena saya suka merenung. Tapi, saya bukan tekniser, jadi konsep susah jalan kalau tak ada yang bantu dorong.  Setelah ikut finger print test ternyata dominasi otak saya ada di kanan, pantes suka bermunculan ide-ide liar, atau tulisan-tulisan liar tanpa tuan.

 

Oke, empat dulu. Buat teman-teman saya yang punya blog, saya tantang kalian untuk nulis kelebihan diri sendiri!

Special untuk blogger aktif yang juga teman-teman kuliah saya: Meida, Iboy, Oneng, Anda dan Anggi! Gue tunggu tulisannya.

Advertisements

October 21, 2011 - Posted by | Non Fiksi

8 Comments »

  1. PR yang sangat sulit… hmmm… *mikir*

    Comment by iboy | October 21, 2011 | Reply

  2. hmmm.. saya terima tantangan Anda ,wahai ibu tiri! Ditunggu yaaaa.. 😀

    Comment by Gie | October 21, 2011 | Reply

  3. tunggu tulisan saya juga… *mikir dari pagi tapi gak nulis-nulis*

    Comment by meida | October 21, 2011 | Reply

    • Ditunggu, semua saya tungguin sampe selesaaaaiiii…

      Comment by friskainspiration | October 21, 2011 | Reply

  4. kk friska,,,,,,,,, minta email fb ato nopenya sxan,,, penen curhat nie??? hhew^^

    Comment by mrfat | January 3, 2012 | Reply

    • Via FB aja ya, add aja dulu friska asta desintia, ya..

      Comment by friskainspiration | January 4, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: