friskainspiration

Just other sides of my life

resolusi berevolusi

Apa Resolusi di 2012? Selain tidak pernah merayakan tahun baru saya juga tidak pernah bikin resolusi. Kenapa ya? Jangan-jangan saya tergolong orang yang tidak pernah mikir, males mikirin ke depannya mau ngapain dan jalani hidup ini dengan santai. Duh, kalau begitu suram banget ya hidup saya.. Saatnya getok kepala sendiri.

Karena saya tidak mau hidup saya suram maka saya pun berpikir. Setelah beberapa jam merenung saya menemukan jawabannya. Jadi selama ini hidup saya tidak suram-suram banget sih, hanya ketika saya punya niat tidak selalu ada di awal tahun. Bisa jadi itu baru terpikir di tengah tahun dan saya mau keinginan saya tercapai dua bulan kemudian. Keinginan itu bisa muncul kapan saja dan dengan target pencapaian yang tak harus di tahun yang sama. Tidak suram dong ya, hanya random saja kayaknya hidup saya.

Ada kisah yang menarik saat saya menonton Talk Show di televisi beberapa tahun yang lalu. Bintang tamunya saat itu adalah Dian Sastro, dia berkisah tentang perjalanan hidupnya dari mulai kecil hingga besar. Dian ini dibesarkan oleh ibunya karena sang Ayah sudah meninggal. Bicara tentang kesuksesan seorang Dian maka ternyata kehidupannya tak lepas dari rencana. Untuk kita yang sudah lahir saat Soeharto memimpin bangsa ini pernah dengar kan tentang Repelita atau rencana pembangunan lima tahun? Setiap lima tahun tersusun dengan rapih apa-apa yang menjadi rencana pembangunan di Indonesia. Itulah yang diadopsi oleh Dian dan Ibunya. Mereka bersama menyusun tergetan-targetan yang harus dicapai dalam waktu 5 tahun. Saat SMP Dian menyusun targetan seperti, bisa lulus SMP dengan nem di atas 50, masuk SMA Tarakanita, pasang beugel dan masuk Universitas Indonesia. Semua tersusun dalam rencana 5 tahunan dan seluruhnya ternyata dapat tercapai. Jadi, tak harus per tahun juga sebetulnya dalam membuat rencana, mau dua tahuan, tiga tahuanan, atau hitungan bulan juga bisa. Intinya adalah bagaimana sebenarnya rencana berpengaruh pada pencapaian impian kita sehingga memiliki rencana itu memang harus dan mutlak.

Saya pernah membaca sebuah buku, di dalam buku itu tertulis ‘Jika kita memiliki keinginan dan mimpi maka otak kita akan bekerja untuk mewujudkannya’ . Jadi memang sebaiknya segala keinginan ditulis dan diberikan tenggang waktu pencapaian sehingga otak kita akan bekerja untuk menyelesaikan keinginan itu pada waktu yang telah ditentukan. Setelah saya ingat-ingat ternyata saya pernah bikin planning kecil-kecilan seperti itu. Ketika saya kuliah dulu saya membuat tulisan di kamar mengenai mata kuliah apa saja yang sedang saya ambil dan berapa targetan nilai yang saya inginkan. Hasilnya 90% akurat, seluruh jiwa raga saya langsung bekerja maksimal untuk mewujudkan ketika saya melirik tulisan-tulisan di dinding itu.

Sejujurnya cara pandang saya terhadap resolusi mulai berevolusi, mulai berpikir untuk menuliskan rencana kehidupan ke depan, apa sih yang saya ingin raih di hidup saya saat ini dan nanti. Lalu apakah dengan begitu berarti saya sudah ada rencananya? Sudah dong, tapi tidak usah ditulis di blog lah ya, nanti kalau ada yang berhasil saya akan laporkan di sini.

 

Advertisements

January 4, 2012 - Posted by | Non Fiksi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: