friskainspiration

Just other sides of my life

my second baby..

Alhamdulillah, akhirnya lahir juga anak kedua saya setelah melalui proses yang cukup panjang. Mulesnya hampir 48 jam dan di bidan hampir 14 jam. Gimana proses kelahirannya? Proses kelahirannya seperti yang pernah saya tulis di blog sebelumnya, saya ingin lahir dengan normal dan alami. Ceritanya akan sangat panjang, saya akan tuliskan pada artikel berikutnya ya. Tulisan kali ini saya ingin memperkenalkan my baby boy.

This is it, Arsakha Ransi Ganendra. Banyak yang bilang namanya susah, namanya unik, dan bertanya-tanya itu bahasa apa. Sejak anak pertama saya dan suami suka menggabungkan nama anak dari berbagai bahasa.  Di saat banyak orang memberi nama anaknya pakai bahasa arab (yang alhasil anak-anak sekarang namanya banyak yang sama), kami (saya dan suami) memilih untuk menggunakan bahasa lain untuk nama anak, namun tetap menyelipkan satu kata bahasa  Arab dalam rangkaian namanya. Yang jelas prinsip kami setiap kata punya arti dan mengandung doa untuk si anak. Seperti anak pertama, Ayesha Ghina Safira. Ayesha itu artinya Aisyah, salah satu istri rosul yang cerdas dan sosok mulia calon penghuni surga. Ayesha berasal dari ejaan Palestina, mungkin juga bahasa Ibrani (CMIIW). Ghina dari bahasa Arab yang artinya kaya dan Safira dari bahasa Inggris yang artinya permata. Lalu bagaimana dengan si adik? Arsakha dari bahasa Arab yang artinya Darmawan, Ransi dari bahasa Cina yang artinya cerdas dan Ganendra dari bahasa sangsekerta yang artinya pejuang atau pasukan. Wuidih, berat ya kalau digabungin. Ya tapi juga namanya doa, berdoa kan gratis jadi kenapa doa yang cetek-cetek. Hehe.

Rasanya gimana punya anak kedua? Lebih tenang karena sudah pengalaman, sudah bisa mengurus sendiri dan juga sudah bisa memandikan sendiri. Dulu waktu Ayesha kecil saya kelabaakan kalau dia menangis, saya bingung memahami tangisnya. Namun anak kedua ini saya lebih santai, lebih bisa mengerti bahasa bayi.

Lalu bagaimana dengan kelahiran anak pertama dulu? Istilahnya sudah tidak asing, adanya kesedihan setelah persalinan dinamakan baby blues, biasanya terjadi karena perubahan ritme kehidupan. Biasanya melakukan berbagai hal berdua suami sedangkan sekarang sendiri, biasanya pusing tinggal rebahan di kasur sekarang harus rela menahan nyeri dan mengalah dengan si baby. Rasanya campur aduk jadi satu, namun perasaan yang utama adalah sedih. Hal ini juga terjadi pada saya ketika anak pertama. Kehidupan serasa berbalik, harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru yang luar biasa menyita waktu. Akan tetapi bukan berarti saya tidak bahagia dengan kehadiran anak, rasa bahagia itu pasti namun proses adaptasi juga pasti harus dilalui. Semua perlu waktu dan penyesuaian. Kita toh sedang menyusun sebuah pengalaman.

 

Kalau ada yang bilang pengalaman adalah guru berharga, itu betul sekali dan berlaku dalam semua hal!  Pengalaman pertama seperti ujian, kita diminta meraba dan mengenal teksturnya. Kadang pahit, kadang manis, kadang membuat kita jatuh seperti lumpuh dan ingin menyerah. Tapi toh semua harus dihadapi jika ingin mendapat predikat “lulus ujian”. Pertama masuk sekolah, pertama jatuh cinta, pertama mendapat masalah, pertama harus menyelesaikan masalah sendiri, pertama kuliah, pertama kerja dan pertama-pertama lainnya.  Pengalaman punya anak hanya sebagian kecil pengalaman kehidupan, sekelumit pelajaran dari School of Universe.

Sampai kapan ujian akan berakhir? Tak akan pernah, karena hidup adalah sekolah kehidupan..

Advertisements

June 21, 2012 Posted by | Non Fiksi | Leave a comment