friskainspiration

Just other sides of my life

Tujuan Hidup

Pernah seorang teman ngetwit di twitter tentang “Tujuan Hidup” Its very cool!

Redaksionalnya saya lupa tapi pesan moralnya gak akan hilang dari otak saya sepanjang hayat.

 

Iseng saya tulis di twitter, saya bilang “Apa sih tujuan hidup lo?”

Banyak yang balas, ada yang menarik balasannya yaitu  “Hidup bahagia bersama keluarga”

Yang namanya TUJUAN pasti ada pencapaiannya dong. Misalnya tujuan lo mau ke Blok M berarti lo cari cara dong untuk mencapai blok m. Minimal ngelist angkot mana aja yang bisa dinaikin supaya sampai blok m, terus liat peta atau google map lah buat tau jalan biar gak kesasar. Atau siapain nomor telepon teman yang paling tau jalan terus siapin pulsa juga buat nelpon dia sewaktu waktu lo kesasar. Betul gak?

Terus TUJUAN itu berarti ada parameter keberhasilannya dong. Kalau contoh soalnya kaya di atas berarti TUJUAN TERCAPAI kalau lo udah sampai Blok M. Mission accomplished.. 

Terus kalau tujuannya udah tercapai selesai dong, berarti ga ada lagi list tujuan mencapai blok m. 

Nah nah nah.. Kalau tujuannya hidupnya membahagiakan keluarga? Parameter keberhasilannya apa? Terus kalau udah bahagia mau apa? Mau ngapain lagi ngabisin sisa hidup lo? Kan tujuannya udah tercapai, bukan?

 

Ngik. Ini post kok ribet yah. Gak apalah coba sekali-kali dipikirin, apa sih tujuan hidup lo?

Advertisements

December 7, 2012 Posted by | Non Fiksi | 1 Comment

harapan

pernah merasakan menunggu?

Digantung?

dalam hal apapun..

 

Kadang kita butuh digantung

Butuh diberi harapan

Agar kita masih punya semangat untuk bernafas

December 7, 2012 Posted by | Non Fiksi | Leave a comment

Gentle Birth Part 3 – Selesai

Ini postingan penutup saya tentang Gentle Birth ya. Saya hanya mau menyampaikan kesimpulan aja . Gentle Birth itu pilihan, lahir non GB juga pilihan. Saya ga menjustifikasi GB paling baik dan paling oke. Kadang ada juga ibu-ibu yang main jeplak dengan bilang GB ini kok semacam gak percaya dokter, memarjinalkan oprasi caesar, terlalu kepedeean bisa melakukan sendiri. Bagi yang punya pendapat begitu silakan aja, tapi para penggerak GB gak ada niatan seperti itu. Caesar juga opsi kok, para praktisinya juga mengakui bahwa oprasi caesar adalah penemuan terhebat dalam dunia medis.  Banyak sekali ibu yang tertolong berkat caesar, hanya saja yang dikritisi adalah ketepatannya. Dalam hal ini berarti kritikan bukan tertuju pada IBU tapi pada sebagian tenaga medis. SEBAGIAN, saya katakan sekali lagi SEBAGIAN,  ada dokter yang memutuskan pasiennya untuk caesar dengan alasan yang kurang tepat. Tidak semua tenaga medis seperti itu loh.

Ini sih beberapa tanggapan orang-orang yang nyinyir duluan tanpa paham substansi yang ingin disampaikan oleh Gentle Birth.

Tapi gak semua dokter gitu kok!

Iya  makanya saya bilang Sebagian!

Saya juga oprasi caesar tapi karena memang kondisinya gak bisa normal!

Ya gak papa, bagus dong. Bukannya tujuan caesar untuk itu, membantu ibu dan bayi dalam kondisi-kondisi yang gak memungkinkan.

Caesar juga sakit kok!

Loh, yang bilang engga sakit siapa? Gak pernah tuh dipermasalahin objeknya. Setiap Ibu mulia mau dengan apapun cara melahirkannya. Gak ada juga kan undang – undang yang ngatur syarat-syarat jadi ibu salah satunya harus lahiran normal. Hamil, melahirkan, menyusui dan membesarkan adalah perjuangan, semua penuh tantangan, jadi gak bener juga kalau ada statement ‘kalau belum lahiran normal belum jadi ibu’ < — Trus jadi apa? Jadi bapak?

Yang  jadi sorotan kan sebagian tenaga medisnya yang kadang suka ambil keputusan kurang tepat. GB ini justru memperjuangkan para ibu bukan menyudutkan.

Dan masih banyak lagi pro kontra lainnya dengan gentle birth ini. Pertanyaannya, apa sih di dunia ini yang gak pro kontra?? Ada? Enggak.

So, balik lagi ini PILIHAN ya, saya caps lock kata ‘pilihan’ supaya jelas kalau hal ini ga perlu diperdebatkan..

Sekian share dari saya, semoga bermanfaat yaaa…  🙂

 

 

 

December 1, 2012 Posted by | Non Fiksi | 4 Comments